Amarah Istri Pertama, Nestapa Istri Kedua

Bertahun-tahun yang lalu, hiduplah seorang duda bernama Mark yang telah menikahi seorang wanita, Lisa, setelah kematian istri pertamanya. Pada suatu sore, beberapa hari setelah pernikahannya dengan Lisa, Mark mengajak istrinya keduanya tersebut menuju sebuah rumah berlantai dua, yang awalnya Mark bangun untuk istri pertamanya. Tidak mengharapkan kejutan apa-apa dari Mark, Lisa terlihat sangat bahagia ketika melihat rumah yang Mark bangunkan untuknya tersebut. Rumah tersebut tidaklah besar, kecil, tapi sangat nyaman untuk ditinggali.
Kebun cerita cerita rakyat cerita daerah folklore kisah rakyat cerita rakyat tradisional kisah seram nyata cerita seram belajar bahasa inggris
source: https://i.ytimg.com/vi/DqLgMgQVs8E/maxresdefault.jpg
Beberapa tahun kemudian, setelah pernikahannya dengan Lisa, Mark mendapatkan kejutan. Kabar bahagia datang dari Lisa. Lisa mengatakan kepada Mark bahwa ia mengandung anak kembar. Mark sangat bahagia ketika ia mendapatkan kabar tersebut dari Lisa, ia tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa ia akan mendapatkan dua anak sekaligus. Tetapi dibalik kebahagiaan itu, Mark mulai gelisah akan masa depan keluarganya jika ia tinggal di rumah kecilnya saat ini. Mark berpikir bahwa ia dan keluarganya membutuhkan rumah yang lebih besar. Setelah bertukar pendapat dengan Lisa, mereka pun setuju untuk menjual rumah kecil yang mereka tempati sekarang dan berencana untuk menggunakan uang hasil penjualan untuk membeli rumah yang lebih besar.

Kejadian aneh mulai terjadi setelah Lisa dan Mark berencana untuk menjual rumah mereka. Pada suatu malam, bau wangi meyeruak masuk ke penjuru seisi rumah dan membuat Mark dan Lisa keheranan. Mark lah yang pertama kali mencium wangi tersebut dan seketika itupula ia bertanya kepada Lisa apakah ia memakai parfum malam itu. Lisa yang keheran karena juga mencium wewangian tersebut hanya bisa menggelengkan kepala dan bertanya “kenapa?” kepada Mark. Dengan suara lirih dan muka pucat pasi Mark berkata “wangi ini adalah wangi parfum yang biasa mendiang istriku dulu pakai.” 

Tidak lama setelah Mark mengatakan hal tersebut kepada Lisa, tiba-tiba kursi di dalam rumah bergerak dengan sendirinya. Begitu pula piring-piring dan sendok di meja makan. Buku buku di lemari berjatuhan dan anehnya buku tersebut kembali tertata dengan sendiri setelahnya. Lisa yang ketakutan hanya bisa menangis di samping Mar, yang langsung membawa istrinya tersebut ke dalam kamar. Malam itu, Mark dan Lisa tidak bisa tidur dengan tenang karena suara berisik terus terdengar sepanjang malam di lantai pertama rumahnya.

Keesokan harinya, dengan raut muka kelelahan, Mark berkata kepada Lisa bahwa mereka harus segera menjual rumah tersebut. Lisa yang belum bisa melupakan kejadian aneh malam sebelumnya, hanya bisa mengangguk lemah, mengiyakan rencana suaminya tersebut. Beberapa hari kemudian, malam-malam dilalui oleh pasangan yang akan menjadi orangtua tersebut tanpa gangguan apapun. Sampai pada suatu sore……

Sore itu, ketika matahari mulai menunjukan sinar kejinggaannya, Mark sedang berbincang dengan seorang pria dan istrinya yang tertarik untuk membeli rumahnya tersebut. Sedangkan di belakang rumah, Lisa sedang mencuci pakaian yang kotor. Lisa selesai menjemur pakaian di tali yang membentang sepanjang kurang lebih 10 meter ketika ia tiba-tiba melihat sesosok wanita tersenyum di balik pintu dapur sambil melambaikan tangannya. Lisa yang tidak bisa melihat dengan jelas  wanita tersebut karena jarak yang cukup jauh antara tempat ia menjemur pakaian dengan pintu dapur, mengira bahwa wanita tersebut adalah istri dari pria yang tertarik untuk membeli rumah. 

Lisa pun bergegas berjalan menuju pintu dapur. Namun,beberapa meter sebelum ia mencapai pintu dapur, hal aneh tiba-tiba terjadi. Wanita tersebut, tetap dengan senyum lebar di wajahnya, berjalan kearahnya tanpa membuka pintu dapur. Wanita tersebut berjalan menembus pintu dapur. Lisa melihat dengan jelas bagaiman kaki wanita tersebut melayang di atas tanah dan ketika wanita tersebut berjarak hanya berpa senti saja darinya, Lisa mencium bau yang sama dengan bau yang ia cium saat malam terror menakutkan terjadi. 

Lisa hanya bisa menganga tanpa bisa berkata apa-apa. Nafasnya tersenggal-senggal, wajahnya pucat pasi seperti kehilangan darah. Wajah wanita itu dengan tiba-tiba saja mendekat ke arah telinganya, berbisik “Jangan kau berani untuk menjual rumah ku!!!”.

Lisa hanya bisa menggerakan mulutnya dan suara tertahan keluar dari dalamnya. “Atau hal yang tak diinginkan akan terjadi pada mu dan Mark!” bisik sosok wanita itu dan tiba-tiba saja ia menghilang. Seperti terbangun dari tidur, Lisa pun langsung mampu menggerakan badannya dan berlari ke dalam rumah sambil berteriak-teriak memanggil Mark. Mark yang sedang duduk sendirian karena tamunya telah pulang, terkejut dan bertanya apa yang terjadi. Lisa pun menceritakan apa yang ia lihat dan dengar. Mark hanya bisa terdiam, dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa sosok wanita yang menemui Lisa bukanlah arwah istrinya.

Lisa yang sangat ketakutan meminta Mark untuk segera menjual rumahnya. Keesokan harinya, Mark memanggil pendeta untuk mengusir roh jahat yang ada dirumahnya dan setelahnya, Mark segera menjual rumah kepada pasangan yang menemuinya sore sebelumnya. Mark memutuskan untuk mengosongkan rumah pada malam itu juga walaupun ia belum menemukan rumah pengganti. Setelah mengemas barang, Mark dan Lisa menaiki mobil dan menuju rumah orang tua Lisa.

Di tengah perjalanan, Mark dan Lisa yang duduk di bangku depan mobil tiba-tiba dikejutkan dengan suara menangis dari kursi belakang. Merekayang terkejut dan keheranan karena mereka yakin tidak ada orang lain selain mereka berdua di dalam mobil langsung mengarahkan pandangan mereka ke kaca yang tergantung di mobil. Dan ketika merks melihat dari kaca tersebut, dengan jelas mereka melihat sosok mendiang istri pertama Mark mentap tajam ke arah mereka sambil berkata ‘Pembohong!!! Mati kau!!!”. Seketika itu pula Mark teringat akan janji kepada istri pertama dahulu ketika masih hidup untuk tidak menjual rumahnya. Tiba tiba saja, sosok istri pertama Mark mencekik Mark dengan kedua tangannya yang terlihat putih pucat. Lisa yang melihat kejadian menyeramkan di depan mata kepla sendiri hanya bisa menjerit dan berusaha untuk keluar dari mobil yang sedang berlaju kencang. Setelah dengan bersusah payah membuka pintu mobil, Lisa pun melompat dari mobil dan jatuh terguling-guling di sepanjang jalan. Lisa masih setengah sadar ketika samar-samar ia melihat mobil yang Mark kendarai menabrak pohon di pinggir jalan dan terbakar.

Keesokan harinya, Lisa terbangun di atas kasur rumah sakit. Ia meraba perutnya dan ia tiba-tiba panik karena perutnya telah mengempes. Ia pun kemudian memanggil suster yang berdiri membelakanginya untuk menanyakan apa yang terjadi. Dan ketika suster tersebut membalikan badan, suster tersebut tersenyum lebar dan berkata “Jangan jual rumahku” dan beberapa detik kemudian, Lisa terbujur kaku dengan mulut menganga.
TAMAT!

Comments

Post a comment

Popular posts from this blog

Contoh Soal Narrative Text 10 Soal dan Kunci Jawabannya (2)

Contoh Soal Narrative Text 10 Soal dan Kunci Jawabannya (1)

Contoh soal descriptive text 5 soal dan kunci jawabannya