Skip to main content

How the Rainbow Was Made|| Asal-usul Pelangi|| American Folklore

Pada suatu hari, di saat bumi baru saja diciptakan, Nanabozho sedang berada di dalam rumahnya, melihat keluar dari jendela rumahnya yang berada disamping sebuah air terjun. Ia menyadari ketika ia melihat padang di sekeliling rumahnya bahwa pada tersebut memiliki bunga-bunga yang terlihat sama, semuanya berwarna putih. Sangat membosankan!Pkirnya. Ia pun memutuskan untuk mengubahnya. Iapun mengumpulkan semua cat dan kuas yang miliki dan kemudia ia pergi ke padang bunga tersebut.
cerita rakyat

Nanabozho duduk di rerumputan di padang tersebut dan menyiapkan cat berwarna merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan violet. Ia pun mulai mengecat bunga bunga dengan warna yang berbeda. Ia mengecet sebuah bunga dengan warna biolet di campur biru tua dan Bunga lainnya dengan warna jingga dengan titik-titik coklat di sekelilingnya. Ia mengecat mawar-mawar dengan warna merah, merah muda, dan ungu. Ia pun mengecat bunga pansy dengan warna warna yang ia sukai. Ia mengecat bunga daffodil dengan warna kuning. Nanabozho menggumam bahagia karena ia bekerja di hari yang cerah dengan sinar matahari yang bersinar terang.

Di langit, dua burung kecil berwarna biru sedang bermain kejar-kejaran satu sama lain. Burung biru pertama mengejar temannya.  Kemudian burung tersebut akan berbalik arah ketika burung kedua yang dikejarnya memutuskan untuk mengejar balik burung pertama. Burung pertama pun terbang membumbung tinggi dan diikuti oleh burung kedua di belakangnya yang sedang mengejarnya.

Biasanya, Nanabozho akan mengarahkan pandangnnya dan melihat ke atas dimana kedua burung tersebut berkejaran. Kemudian setelah ia puas melihat binatang bersayap tersebut saling berkejaran, ia melanjutkan pekerjaannya mengecat bunga bunga. Di atas, kedua burung tersebut berbicara satu dengan lainnya dan mereka memutuskan untuk berlomba siap yang tercepat menukik turun ke padang bunga di bawah mereka. Burung pertama pun menukik dengan tajam dan sebelum ia menyentuh tanah ia pun berbalik arah dan sayapnya tanpa sengaja tercelup di dalam cat berwarna merah. Burung kedua pun menukik dengan tidak kalah cepat dan ketika ia berbalih terbang ke atas, sayapnya pun dengan tidak sengaja tercelup di dalam wadah yang berisi cat berwarna jingga.

Mengetahui hal tersebut, Nanabozho meneriaki kedua burung tersebut, tetapi burung tersebut tidak menghiraukan teriakannya dan melanjutkan perlombaan yang sedang mereka lakukan. Berkali kali, sayap dan kaki burung tersebut, tercelup temapt cat dan semua warna cat telah tertempel di badan burung tersebut. Mengetahui bahwa burung tersebut tak akan berhenti bermain, Nanabozho pun mengusir burung tersebut dengan menggunakan tangannya.

Mengetahu bahwa Nanabozho mulai tidak suka dengan permainan yang sedang mereka lakukan, burung tersebut pun terbang menjauh dan memutuskan melakukan permainan lain. Kali ini mereka memutuskan untuk bermain kejar-kejaran kembali. Burung-burung tersebut pun terbang ke air terjun yang terletak di sebelah ruman Nanabozho. Burung tersebut terbang menembus gumpalan kabut yang dihasilkan oleh air terjun tersebut. Ketika burung pertama itu terbang melewati kabut basah tersebut, ia meninggalkan jejak berbentuk garis merah di udara, dan ketika burung kedua tersebut mengikutinya, burung kedua tersebut meninggalkan jejak berwarna jingga. 

Burung pertama pun kembali terbang menuju gumapalan kabut dan ia meninggalkan garis di udar dengan warna berbeda yaitu warna kuning dan ketika burung kedua mengikutinya, ia meninggalkan jejak berwarna biru dan violet. Burung tersebut pun tetap melanjutkan permainaannya, dan warna yang mereka tinggalkan di udara pun tampak semakin cerah. Ketika matahari menyinari jejak warna tersebut, warna tersebut pun makin berwarna cerah.

Dibawah, Nanabozho terkesima ketika melihat paduan garis berwana di udara yang berwarna, merah, jingga, kuning,hijau, biru, nila, dan ungu di atas air terjun. Ia pun berkata: “Wahai burung, kau telah membuat pelangi”. Nanbozho pun memutuskan untuk membiarkan garis berwarna tersebut di atas air terjun. DDan hingga kini, ketika matahari bersinar saat hujan atau bersinar ketika hari berkabut, maka akan tercipta pelangi yang merupakan refleksi dari pelangi yang hingga kini masih berada di atas air terjun di samping rumah Nanabozho


The English version of this story is adapted from here 
One day when the earth was new, Nanabozho looked out the window of his house beside the wide waterfall and realized that all of the flowers in his meadow were exactly the same off-white color. How boring! He decided to make a change, so he gathered up his paints and his paintbrushes and went out to the meadow. 

Nanabozho sat down in the tall grass and arranged his red and orange and yellow and green and blue and violet paint pots next to him. Then he began to paint the flowers in his meadow in many different colors. He painted the violets dark blue and the tiger lilies orange with brown dots. He made the roses red and pink and purple. He painted the pansies in every color combination he could think of. Then he painted every single daffodil bright yellow. Nanabozho hummed happily to himself as he worked in the brilliant daylight provided by Brother Sun. 

Overhead, two little bluebirds were playing games with each other. The first little bluebird would chase his friend across the meadow one way. Then they would turn around and the second bluebird would chase him back the other way. Zippity-zip went the first bluebird as he raced across the sky. Zappity-zing went the second bluebird as he chased him in the brilliant sunshine. 

Occasionally, Nanabozho would shade his eyes and look up…up into the endless blue sky to watch the two little birds playing. Then he went back to work, painting yellow centers in the white daisies. Above him, the two birds decided to see how fast they could dive down to the green fields below them. The first bluebird sailed down and down, and then pulled himself up sharply just before he touched the ground. As he soared passed Nanabozho, his right wing dipped into the red paint pot. When the second bluebird dove toward the grass, his left wing grazed the orange paint pot. 

Nanabozho scolded the two birds, but they kept up their game, diving down toward the grass where he sat painting and then flying back up into the sky. Soon their feet and feathers were covered with paint of all colors. Finally Nanabozho stood up and waved his arms to shoo the birds away. 

Reluctantly, the bluebirds flew away from Nanabozho and his paint pots, looking for another game to play. They started chasing each other again, sailing this way and that over top of the giant waterfall that stood next to Nanabozho's house. Zippity-zip, the first bluebird flew through the misty spray of the waterfall. The first bluebird left a long red paint streak against the sky. Zappity-zing, the second bluebird chased his friend through the mist, leaving an orange paint streak. Then the birds turned to go back the other way. This time, the first bluebird left a yellow paint streak and the second left a pretty blue-violet paint streak. As they raced back and forth, the colors grew more vivid. When Brother Sun shone on the colors, they sparkled radiantly through the mist of the waterfall. 

Below them, Nanabozho looked up in delight when the brilliant colors spilled over his meadow. A gorgeous arch of red and orange and yellow and green and blue and violet shimmered in the sky above the waterfall. Nanabozho smiled at the funny little bluebirds and said: "You have made a rainbow!" 

Nanabozho was so pleased that he left the rainbow permanently floating above his waterfall, its colors shimmering in the sunshine and the misting water. From that day to this, whenever Brother Sun shines his light on the rain or the mist, a beautiful rainbow forms. It is a reflection of the mighty rainbow that still stands over the waterfall at Nanabozho's house.


Comments

Popular posts from this blog

Contoh Soal Narrative Text 10 Soal dan Kunci Jawabannya (2)

Selamat hari minggu sahabat Kebun cerita. Di kesempatan berbahagia ini, saya akan memberikan contoh soal narrative text yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Contoh soal narrative text ini dapat sahabat EduofEnglish gunakan untuk melatih kemampuan reading ataupun sebagai bahan test untuk murid. Semoga contoh soal descriptive text ini bermanfaat. Silahkan meng-copy soal ini, tetapi jangan lupa sertakan sumbernya ya atau share blog ini. Terimakasih.

Text 1 Long, long ago, when the gods and goddesses used to mingle in the affairs of mortals, there was a small kingdom on the slope of Mount Wayang in West Java. The King, named Sang Prabu, was a wise man. He had an only daughter, called Princess Teja Nirmala, who was famous for her beauty but she was not married. One day Sang Prabu made up his mind to settle the matter by a show of strength. After that, Prince of Blambangan, named Raden Begawan had won the competition. Unfortunately, the wicked fairy, Princess Segara fell in love wi…

Soal Descriptive Text 10 Soal dan Kunci Jawabannya (4)

Selamat Hari Minggu sahabat Kebun Cerita. Di kesempatan berbahagia ini, saya akan memberikan contoh soal descriptive text yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Contoh soal descriptive text ini dapat sahabat Kebun Cerita gunakan untuk melatih kemampuan reading ataupun sebagai bahan test untuk murid. Semoga contoh soal descriptive text ini bermanfaat.

The Hobbit is a film series consisting of three epic fantasyadventure films directed by Peter Jackson. They are based on the 1937 novel The Hobbit by J. R. R. Tolkien, with large portions of the trilogy inspired by the appendices to The Return of the King, which expand on the story told in The Hobbit, as well as new material and characters written especially for the films. The films are subtitled An Unexpected Journey (2012), The Desolation of Smaug (2013), and The Battle of the Five Armies (2014). The screenplay was written by Fran Walsh, Philippa Boyens, Jackson, and Guillermo del Toro, who was originally chosen to direct before his depar…