Skip to main content

Bloody Mary || American Folklore

Dahulu kala, di tengah hutan yang lebat, hiduplah seorang wanita di sebuah gubuk kecil. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, wanita tersebut menjual obat herbal yang diraciknya kepada penduduk di desar yang terletak di pinggir hutan. Orang-orang desa memnaggil wanita tersebut “Bloddy Mary”, dan mereka percaya bahwa ia adalah penyihir. Tidak ada penduduk yang berani berurusan dengan Bloddy Mary karena penduduk takut kutkan akan datang kepadanya seperti sapi-sapi mereka yang tidak bisa diperah lagi, persedian makanan yang membusuk sebelum musim dingin, anak mereka yang akan terserang demam, atau hal hal menyeramkan lainnya.



cerita rakyat

Pada suatu hari, satu demi satu anak perempuan di desa mulai menghilang. Taka da yang bisa menemukan kemana anak-anak perempuan tersebut pergi. Para keluarga anak-anak perempuan tersebut pun mencari keberadaan mereka ke dalam hutan, ke seluruh bangunan di desa, ke peternakan, tetapi mereka tidak menemukan tanda-tanda kehadiran para anak perempuan mereka. Pun, beberapa dari mereka memberanikan diri untuk mendatangi rumah Bloody Mary untuk memastikan bahwa anak perempuan mereka tidak diculik oleh penyihie tersebut.

Ketika mereka mendatangi dan menanyai Bloody Mary tentang keberadaan anak perempua mereka, Bloody Mary bersikukuh tidak mengetahu apa-apa perihal hilangnya anak-anak perempuan dari desa. Mereka yang mendatagi Bloody Mary pun menyadari jika ada yang berubah dari penampilan penyihir tua tersebut. Raut muka Bloddy Mary terlihat jauh lebih muda dan lebih menarik. Mereka pun mulai curiga, tetapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa, karena mereka tidak mempunyai bukti yang cukup kuat.

Pada suatu malam, anak perempuan keluarga Miller tiba tiba saja bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju pintu keluar. Ia berjalan melewati dapur dimana di dapur tersebut duduklah ibu dari anak perempuan tersebut yang sedang meracik obat sakit gigi. Melihat anaknya yang berjalan keluar, ia pun berteriak membangunkan suaminya untuk menghentikan anak perempuan tersebut. Sang suami pun langsung mengejar anak perempuannya dan berusaha menahan langkah anak perempuanya. Tetapi, entah dari mana kekuatannya berasal, anak perempuannya tersebut memberontak saat ia dihentikan. Anak perempuan tersebut pun seperti tidak terhentikan dan terus melangkah menjauhi desa. 

Teriakan sang ibu dan ayah dari anak perempuan tersebut saat melihat anaknya menjauhi desa pun membangunkan para penduduk di desa. Ia menghampir pasangan suami-istri tersebut dan melihat anak prempua berjalan menuju hutan. Tiba-tiba seorang pemuda berteriak dan memberitahu penduduk bahwa ia melihat cahaya aneh di dalam hutan. Beberapa penduduk desa pun  mengikuti sumber cahaya tersebut dan ia melihat Bloody Mary berdiri di samping pohon oak yang besar. Tangan Bloody Mary memegang tongkat sihir yang ia arahkan ke rumah keluarga Miller. Para penduduk melihat tubuh Bloody Mary yang bersinar dan mulutnya yang komat-kamit membaca mantra.

Melihat keanehan tersebut, para penduduk tersebut mengambil senjata yang ia bawa. Melihat kedatangan para penduduk yang marah, Bloody Mary pun berhenti membaca mantra dan ia langsung terbang kedalam hutan. Seorang penduduk yang membawa senjata apai yang sebelumnya ia telah isi dengan peluru perak, langsung mengarahkan senjata apinya ke Bloody Mary dan menembakannya. Peluru pun melesat dengan cepat dan mengenai tubuh Bloody Mary. Tubuh Bloody Mary pun jatuh ke tanah. Para penduduk berlari menghampirinya, dan membawanya ke lapangan desa. Beberapa pendudukpun langsung menyiapkan api unggun dan mengikat Bloody Mary di pancang yang mereka letakan ditengan tumpukan kayu api unggun. Api pun dinyalakan dan kobaran api mlai membakar tubuh Bloody Mary.

Saat api menyentuh tubuhnya, Bloody Mary pun berteriak mengutuk penduduk desa. Ia mengatakan bahwa ia akan muncul menghampiri siapa saja yang menyebut namanya di depan sebuah cermin. Ketika Bloody Mary telah tewas dalam kobaran api, para penduduk desa pun langsung menghampiri rumah Bloody Mary di tengah hutan. Di rumahnya tersebut, penduduk desa menemnukan banyak kuburan yang ternyata adalah kuburan anak-anak perempuan mereka yang menghilang. Bloody Mary menggunakan darah anak-anak perempuan tersebut untuk membuatnya muda lagi.

Mulai sejak itu, mereka yang menyebut nama Bloody Mary sebanyak tiga kali di depan cermin akan dihampiri oleh arwah penyihir tersebut. Dikatakan bahwa ia akan datang dan membunuh mereka yang menyebut namanya 3 kali di depan cermin tersebut. Arwah merka akan Bloody Mary akan terbakar dan terjebak dalam cermin.


 The original English version of this story is taken from here!


She lived deep in the forest in a tiny cottage and sold herbal remedies for a living. Folks living in the town nearby called her Bloody Mary, and said she was a witch. None dared cross the old crone for fear that their cows would go dry, their food-stores rot away before winter, their children take sick of fever, or any number of terrible things that an angry witch could do to her neighbors.

Then the little girls in the village began to disappear, one by one. No one could find out where they had gone. Grief-stricken families searched the woods, the local buildings, and all the houses and barns, but there was no sign of the missing girls. A few brave souls even went to Bloody Mary's home in the woods to see if the witch had taken the girls, but she denied any knowledge of the disappearances. Still, it was noted that her haggard appearance had changed. She looked younger, more attractive. The neighbors were suspicious, but they could find no proof that the witch had taken their young ones.
 
Then came the night when the daughter of the miller rose from her bed and walked outside, following an enchanted sound no one else could hear. The miller's wife had a toothache and was sitting up in the kitchen treating the tooth with an herbal remedy when her daughter left the house. She screamed for her husband and followed the girl out of the door. The miller came running in his nightshirt. Together, they tried to restrain the girl, but she kept breaking away from them and heading out of town. 

The desperate cries of the miller and his wife woke the neighbors. They came to assist the frantic couple. Suddenly, a sharp-eyed farmer gave a shout and pointed towards a strange light at the edge of the woods. A few townsmen followed him out into the field and saw Bloody Mary standing beside a large oak tree, holding a magic wand that was pointed towards the miller's house. She was glowing with an unearthly light as she set her evil spell upon the miller's daughter. 

The townsmen grabbed their guns and their pitchforks and ran toward the witch. When she heard the commotion, Bloody Mary broke off her spell and fled back into the woods. The far-sighted farmer had loaded his gun with silver bullets in case the witch ever came after his daughter. Now he took aim and shot at her. The bullet hit Bloody Mary in the hip and she fell to the ground. The angry townsmen leapt upon her and carried her back into the field, where they built a huge bonfire and burned her at the stake.
As she burned, Bloody Mary screamed a curse at the villagers. If anyone mentioned her name aloud before a mirror, she would send her spirit to revenge herself upon them for her terrible death. When she was dead, the villagers went to the house in the wood and found the unmarked graves of the little girls the evil witch had murdered. She had used their blood to make her young again. 

From that day to this, anyone foolish enough to chant Bloody Mary's name three times before a darkened mirror will summon the vengeful spirit of the witch. It is said that she will tear their bodies to pieces and rip their souls from their mutilated bodies. The souls of these unfortunate ones will burn in torment as Bloody Mary once was burned, and they will be trapped forever in the mirror.
 



Comments

Popular posts from this blog

Contoh Soal Narrative Text 10 Soal dan Kunci Jawabannya (2)

Selamat hari minggu sahabat Kebun cerita. Di kesempatan berbahagia ini, saya akan memberikan contoh soal narrative text yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Contoh soal narrative text ini dapat sahabat EduofEnglish gunakan untuk melatih kemampuan reading ataupun sebagai bahan test untuk murid. Semoga contoh soal descriptive text ini bermanfaat. Silahkan meng-copy soal ini, tetapi jangan lupa sertakan sumbernya ya atau share blog ini. Terimakasih.

Text 1 Long, long ago, when the gods and goddesses used to mingle in the affairs of mortals, there was a small kingdom on the slope of Mount Wayang in West Java. The King, named Sang Prabu, was a wise man. He had an only daughter, called Princess Teja Nirmala, who was famous for her beauty but she was not married. One day Sang Prabu made up his mind to settle the matter by a show of strength. After that, Prince of Blambangan, named Raden Begawan had won the competition. Unfortunately, the wicked fairy, Princess Segara fell in love wi…

Soal Descriptive Text 10 Soal dan Kunci Jawabannya (4)

Selamat Hari Minggu sahabat Kebun Cerita. Di kesempatan berbahagia ini, saya akan memberikan contoh soal descriptive text yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Contoh soal descriptive text ini dapat sahabat Kebun Cerita gunakan untuk melatih kemampuan reading ataupun sebagai bahan test untuk murid. Semoga contoh soal descriptive text ini bermanfaat.

The Hobbit is a film series consisting of three epic fantasyadventure films directed by Peter Jackson. They are based on the 1937 novel The Hobbit by J. R. R. Tolkien, with large portions of the trilogy inspired by the appendices to The Return of the King, which expand on the story told in The Hobbit, as well as new material and characters written especially for the films. The films are subtitled An Unexpected Journey (2012), The Desolation of Smaug (2013), and The Battle of the Five Armies (2014). The screenplay was written by Fran Walsh, Philippa Boyens, Jackson, and Guillermo del Toro, who was originally chosen to direct before his depar…