Skip to main content

Black Aggie, The Haunted Statue || American Folklore

Ketika Felix Agnus meletakan sebuah patung berukura manusia yang terbuat dari perunggu di makam keluarga Agnus di pemakaman Druid Ridge, ia tidak pernah memikiran apa yang sesungguhnya yang telah ia lakukan. Patung tersebut memiliki rupa yang menakutkan, ekspresi dari patung tersebut menunjukan kesedihan dan juga kesakitan. Di malam hari, patung tersebut terlihat lebih menakutkan. Kain oenutup kepala yang terletak di kepala patung tersebut menjuntai hingga menutupi muka patung itu. Banyak rumor mengenai patung ini, dipercaya bahwa lenganlengan patung ini dapat mencengkram mereka yang tidak berhati-hati ketika melewatinya.
cerita rakyat
Tak butuh waktu lama, rumor mengenai kengerian patung ini telah menyebar ke desa-desa maupun kota-kota pinggiran. Mereke mengatakan bahwa patu tersebut-yang lebih dikenal dengan nama Black Aggie- telah dirasuki oleh arwah seorang wanita yang berada di dalam makam dimana patung tersebut diletakan. Makam itu adalah makam seorang istri yang meninggal karena penganiyayaan. Mata patung tersebut akan menyala merah menjelang malam, dan apabila ada yang menatap mata patung tersebut, maka ia akan buta. Wanita hamil yang lewat di depan patung tersebut akan keguguran. 

Apabila ada yang berani duduk dipangkuan patung tersebut di malam hari, maka patung tersebut akan hidup dan mengambil nyawa orang yang berani mendudukinya. Apabila ada yang menyebut nama “Black Aggie” sebanyak tiga kali di tengah malam di depan sebuah cermin, maka kekuatan jahat akan muncul dari depan cermin tersebut dan akan membawa orang tersebut ke dalam neraka. Banyak yang percaya bahwa, arwah orang yang meninggal di pemakaman tersebut akan bangkit dan berkumpul mengelilingi patung tersebut di tengah malam.

Sejak saat itu, banyak orang yang mendatangi pemakaman tersebut hanya untuk melihat patung Black Aggie. Sejak itu juga, muncul kelompok –kelompok yang melakukan ritual atau upacara aneh di sekitar patung Black Aggie. Kelompok tersebut biasanya akan duduk menyandar di makam yang terletak di bwah patung tersebut di malam hari. Kegiatan ini pun lantas dengan cepat menjadi popular.

Pada suatu malam yang gelap, 2 anggota kelompok sedang melakukan pelatihan kepada seseorang yang akan menjadi calon anggota kelompok tersebut. Calon anota kelompok tersebut sedang ditest keberaniannya dengan diperintahkan untuk duduk sendiri di bawah patung, sedangkan mereka mengawasi. Awan hitam menutupi sinar bulan pada malam itu yang menyebabkan suasana di pemakaman tersebut seolah –olah dipenuhi dengan suasana kegelapann, kemarahan dan kebencian serta seolah olah badai besar sedang menyelimuti ara pemakaman. Dari tempat dimana mereka mengawasi, mereka dapat melihat bahwa baying patung menyelimuti tubuh calon kandidat yang sedang duduk di depan patung.

Apa yang direncanakan akan menjadi pelatihan yang lucu tiba-tiba berubah berbahaya. Salah seorang dari anggota kelompok tersebut berlari ke arah anggota kelompok tersebut untuk memberikan peringatan. Ketika ia hampir mencapai patung tersebut, tiba-tiba patung tersebut bergerak dengan sendirinya. Kedua manusia tersebut terkejut dan merasa ketakutan. Mereka dapat melihat cahaya merah yang berasar dari patung tersebut dan tangan patung tersebut meraih tubuh sang  calon anggota. 

Melihat calon anggotanya yang sedang dicengkram oleh tangan patung tersebut, kedua anggota tersebut lantas berudaha untuk menyelamatkannya. Tetapi semuannya terlambat. Calon anggota kelompok tersebut berteriak dengan teriakan yang menakutkan sebelum tubuhnya menghilang dalam kegelapan. Kedua anggota kelompok itu pun saling berpandangan dan lantas berlari terbirit-birit meninggalkan kuburan sebelum patung “Balck Aggie” meraih tubuh mereka juga.

Mendengar teriakan yang berasal dari dalam kuburan, sang penjaga kuburan yang sedang bertugas malam itu lantas mendekati arah sumber suara. Ketika sampai di arah sumber suara yang notabene adalah area pemkaman keluarga Agnus, ia melihat tubuh seorang lelaki muda yang tak bernyawa. Dari ekspresi muka yang ditunjukan, dapat dipastikan jika ia mati ketakutan.

Berita gangguan yang disebabkan oleh patung “Black Aggie” menyebar semakin luas dan liar, dan menyebabkan keluarga Agnus  yang masih hidup untuk mengambil patung tersebut dan mendonasikannya ke museum Smithsonian in Washington D.C. Sekarang, patung “Black Aggie” menghuni salah satu ruangan di museum tersebut dan tidak pernah menggangu warga lagi. 

The original English version of this story is taken from here! 



When Felix Agnus put up the life-sized shrouded bronze statue of a grieving angel, seated on a pedestal, in the Agnus family plot in the Druid Ridge Cemetery, he had no idea what he had started. The statue was a rather eerie figure by day, frozen in a moment of grief and terrible pain. At night, the figure was almost unbelievably creepy; the shroud over its head obscuring the face until you were up close to it. There was a living air about the grieving angel, as if its arms could really reach out and grab you if you weren't careful. 

It didn't take long for rumors to sweep through the town and surrounding countryside. They said that the statue - nicknamed Black Aggie - was haunted by the spirit of a mistreated wife who lay beneath her feet. The statue's eyes would glow red at the stroke of midnight, and any living person who returned the statues gaze would instantly be struck blind. Any pregnant woman who passed through her shadow would miscarry. If you sat on her lap at night, the statue would come to life and crush you to death in her dark embrace. If you spoke Black Aggie's name three times at midnight in front of a dark mirror, the evil angel would appear and pull you down to hell. They also said that spirits of the dead would rise from their graves on dark nights to gather around the statue at night. 

People began visiting the cemetery just to see the statue, and it was then that the local fraternity decided to make the statue of Grief part of their initiation rites. "Black Aggie" sitting, where candidates for membership had to spend the night crouched beneath the statue with their backs to the grave of General Agnus, became popular. 

One dark night, two fraternity members accompanied new hopeful to the cemetery and watched while he took his place underneath the creepy statue. The clouds had obscured the moon that night, and the whole area surrounding the dark statue was filled with a sense of anger and malice. It felt as if a storm were brewing in that part of the cemetery, and to their chagrin, the two fraternity members noticed that gray shadows seemed to be clustering around the body of the frightened fraternity candidate crouching in front of the statue. 

What had been a funny initiation rite suddenly took on an air of danger. One of the fraternity brothers stepped forward in alarm to call out to the initiate. As he did, the statue above the boy stirred ominously. The two fraternity brothers froze in shock as the shrouded head turned toward the new candidate. They saw the gleam of glowing red eyes beneath the concealing hood as the statue's arms reached out toward the cowering boy. 

With shouts of alarm, the fraternity brothers leapt forward to rescue the new initiate. But it was too late. The initiate gave one horrified yell, and then his body disappeared into the embrace of the dark angel. The fraternity brothers skidded to a halt as the statue thoughtfully rested its glowing eyes upon them. With gasps of terror, the boys fled from the cemetery before the statue could grab them too. 

Hearing the screams, a night watchman hurried to the Agnus plot. To his chagrin, he discovered the body of a young man lying at the foot of the statue. The young man had apparently died of fright. 

The disruption caused by the statue grew so acute that the Agnus family finally donated it to the Smithsonian museum in Washington D.C.. The grieving angel sat for many years in storage there, never again to plague the citizens visiting the Druid Hill Park Cemetery.
 



Comments

Popular posts from this blog

Contoh Soal Narrative Text 10 Soal dan Kunci Jawabannya (2)

Selamat hari minggu sahabat Kebun cerita. Di kesempatan berbahagia ini, saya akan memberikan contoh soal narrative text yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Contoh soal narrative text ini dapat sahabat EduofEnglish gunakan untuk melatih kemampuan reading ataupun sebagai bahan test untuk murid. Semoga contoh soal descriptive text ini bermanfaat. Silahkan meng-copy soal ini, tetapi jangan lupa sertakan sumbernya ya atau share blog ini. Terimakasih.

Text 1 Long, long ago, when the gods and goddesses used to mingle in the affairs of mortals, there was a small kingdom on the slope of Mount Wayang in West Java. The King, named Sang Prabu, was a wise man. He had an only daughter, called Princess Teja Nirmala, who was famous for her beauty but she was not married. One day Sang Prabu made up his mind to settle the matter by a show of strength. After that, Prince of Blambangan, named Raden Begawan had won the competition. Unfortunately, the wicked fairy, Princess Segara fell in love wi…

Soal Descriptive Text 10 Soal dan Kunci Jawabannya (4)

Selamat Hari Minggu sahabat Kebun Cerita. Di kesempatan berbahagia ini, saya akan memberikan contoh soal descriptive text yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Contoh soal descriptive text ini dapat sahabat Kebun Cerita gunakan untuk melatih kemampuan reading ataupun sebagai bahan test untuk murid. Semoga contoh soal descriptive text ini bermanfaat.

The Hobbit is a film series consisting of three epic fantasyadventure films directed by Peter Jackson. They are based on the 1937 novel The Hobbit by J. R. R. Tolkien, with large portions of the trilogy inspired by the appendices to The Return of the King, which expand on the story told in The Hobbit, as well as new material and characters written especially for the films. The films are subtitled An Unexpected Journey (2012), The Desolation of Smaug (2013), and The Battle of the Five Armies (2014). The screenplay was written by Fran Walsh, Philippa Boyens, Jackson, and Guillermo del Toro, who was originally chosen to direct before his depar…