Skip to main content

Villisca Axe Murder House || Tempat Seram

        Selamat malam para netter, blogger, dan reader. Malam ini, karena suasana kamar kosan saya sedang sepi dan tak ada satu pun makhluk hidup yang muncul kecuali nyamuk nyamuk nakal, maka sangatlah cocok kiranya jika saya membahas tempat-tempat seram di seluruh dunia.

Tempat Seram
Rumah Keluarga Moore
    Okelah di artikel ini, saya kan membahas tempat seram yang mungkin belum kalian ketahui sebelumnya. Kali ini saya akan membahas tempat seram yaitu sebuah rumah yang beada di daerah Villisca, Iowa, Amerika Serikat. Rumah ini sekarang dikenal dengan sebutan “Villisca Axe Murder House.” Bagimana kisah lengkap tentang rumah ini, simak penjelasan di bawah ini.

    102 tahun yang lalu di bulan Juni hari ke sembilan , telah terjadi sebuah pembunuham berantai di sebuah kota kecil di daerah Villisca, Iowa. Pembunuhan tersadis yang terbrutal pada waktu itu pun telah memakan korban jiwa sebanyak 8 orang, dua diantaranya orang dewasa dan sisanya adalah anak kecil. Semua mayat-mayat mereka di temukan dalam kondisi mengenaskan di tempat tidur masing-masing. Kejadian mengerikan itu pun telah mengubah suasana kota kecil di Villisca tersebut dengan drastis

     
        Penduduk kota, sebelum terjadi pembunuhan massal tersebut, dapat dengan bebas berkeliaran di pagi, siang, atau menjelang malam hari tanpa rasa was-was. Tetapi, sejak penemuan mayat tersebut, rumah-rumah penduduk di kota kecil itu mulai diperketat pengamanannya. Para pria maupun wanita dewas mempersenjatai dirinya dengan senjata tajam. Anak-anak kecil selalu tidur bersama-bersama dengan anggota keluarga mereka. Tidur sendiri pada waktu itu sama saja memperbesar kemungkinan untuk menjadi korban pembunuhan brutal. Puluhan detektiv berkeliaran di jalanan guna mengusut tuntas kasus ini. 


      Suasana penuh kecurigaan mulai berkembang di antar penduduk kota, mereka menaruh rasa curiga antar sesama. Rasa percya terhadap orang lain mulai sangat berkurang. Pihak kepolisian pun menurunkan mata-mata untuk membantu para detektif. Ratusan orang pun juga telah diwawancarai guna menemukan siapa orang yang bertanggung jawab atas traged ini. Pun pada ahirnya, hingga sekara siapa pelaku pembunuhan tidak pernah terungkap.

Detail pembunuhan
Korban pembunuhan masal tersebuta adalah enam keluaraga Moore dan 2 anak kecil yang menginap pada malam itu. Ke enam keluarga Moore adalah
Kisah Seram

Josiah B (45 tahun)

Sarah (39 Tahun)

Herman Moore (11 Tahun)

Mary Katherine (10 Tahun)

Arthur Boyd (7 Tahun)

Paul Vernon (5 Tahun)
Sedangkan dua anak kecil yang menginap pada malam itu adalah
Ina Mae (8 Tahun)

Lena Gertrude (12 Tahun)

Kronologi Kejadian
Di kota kecil di Villisca, Keluarga Moore dikenal sebagai keluarga yang baik dan ramah, maka tak heran jika keluarga tersebut disukai oleh para tetangga, dan orang sekitarnya.
Tanggal 9 Juni 1912, Mary Katherine atau biasa di panggil Katherine Moore mengajak dua sahabatnya yaitu Ine Mae dan lena Gertrude untuk menginap di rumahnya. Sebelum menginap di rumah keluarga Moore, mereka bersama–sama mengunjungi Gereja Presbyterian di sekitar tempat tinggal mereka. Mereka mengunjungi gereja tersebut untuk mengikuti program Children’s Day yang dipimpin oleh Sarah Moore, ibu dari Katherine Moore.

Program yang banyak di hadiri oleh anak-anak kecil itu selesai pada pukul 09.30 malam. Setelah semua peserta pulang, Sarah Moore bersama anaknya Katherine dan teman Katherine Ina mae dan Lena Gertrude juga pulang menuju rumah Moore dengan berjalan kaki.  Mereka tiba di rumah sekitar pukul 09.45 sampai 10.00 malam.

Keesokan harinya pukul 7 pagi, Mary Peckham, tetangga Moore yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Moore keluar rumah dengan membawa baju cuciannya. Dia berniat menjemur bajunya di halaman rumahnya. Saat sedang menjemur pakaian, ia melihat rumah Moore yang tampak sepi, tidak seperti biasanya. Biasanya, pada pukul 7 pagi, keluara Moore akan keluar rumah untuk pergi ke Gereja, tetapi hari ini tidak telihat satupun anggota keluara Moore yang membuka pintu dan melangkah ke halaman luar.

Karena penasaran, Mary Peckham pun mendatangi rumah Moore dan mengetuk pintu rumah tersebut. Ia megetuk berkali-kali tetapi tidak ada jawban atau langkah kaki yang terdengar untuk membuka pintu. Kemudian Mary Peckham mencoba membuka pintu tersebut, pintu tersebut tidak bisa terbuka karena terkunci. Salah satu kebiasaan keluarga Moore pada waktu pagi adalah mengeluarka  ayam peliharaannya dari kandang. Kamudian Mary Peckham memeriksa kandang ayam tersebut. Ia semakin penasaran karena ia melihat ayam-ayam tersebut juga belum dikeluarkan dari kandangnya.

Kemudian, setelah ia mengeluarkan ayam-ayam dari kandangnya, ia pun memanggil Ross Moore, kakak Josiah moore di rumahnya dan mengabar kan keanehan yang terjadi di rumah adiknya tersebut. Ross Moore pun mengalami hal yang sama ketika ia mengetuk pintu rumah adiknya. Tetap tidak ada jawaban. Ross pun langsung mengeluarkan kunci duplikat yang memang ia pegang dan langsung membuka pintu depan rumah tersebut. 

Kisah Seram
Salah Satu Kamar di Rumah Moore
Ross langsung melangkah ke dalam rumah ketika pintu terbuka, sedangkan Peckham menunggu di serambi rumah. Ross yang sudah berada di dalam rumah pun langsung membuka ruangan yang terletak bersebelahan dengan ruang tamu. Ruangan itu adalah kamar tamu. Betap terkejutnya Ross, saat membuka pintu tersebut karena Ia melihat dua tubuh kecil bersimbah darah di atas kasur. Dua tubuh tersebut adalah Ina Mae dan Lena. Ross pun berteriak memanggil Peckham dan menyuruhnya untuk memanggil Hank Horton, seorang polisi di lingkunga tersebut.

Merasa ada sesuatu yang salah, Roos pun lengsung memeriksa kamar adik dan keponakannya. Dan dia pun semakin terkejut ketika dia melihat kondisi mereka tidak jauh berbeda dengan kondisi Ina Mae dan Lena. Bersimbah darah dan mati di atas tempat tidur.
Hasil investigasi polisi dan doketer menyimpukan jika Pembunuhan terjadi antar tengah malam sampai jam 5 pagi.

Pembunuhan pertama kali di lakukan di kamar pasangan Sarah dan Josiah, hali ini dapat dilihat dari luka yang dialami Josiah yang sangat parah. Luka sobekan terdapat di muka Josiah hinggan bola matanya tercungkil. Semua anggota keluara telah tidur ketika pembunuhan terjadi kecuali Ina Mae, ini dapat dilihat dari luka di lengan Ina Mae yang diidentifkasi timbul karena ia mencoba memeri perlawanan saat akan di bunuh.

Bagaiman Keadaan Rumah Moore setelah Pembunuhan Terjadi, apakah rumah tersebut berhantu?
Spekulasi tentang berhantu atau tidaknya rumah tersebut setelah terjadi pembunuhan pun bermunculan. Beberapa orang mengatakan bahwa rumah tersebut benar-benar berhantu sedang kan beberapa orang lagi tidak. 

Berdine Miller, orang yang pernah menempati Rumah Moore pada tahun 1936-1942 mengatakan bahwa ruamh tersebut tidak berhantu. Seperti kutipan wawancaranya yang di ambil dari http://www.villiscamovie.com/haunted.htm


Berdine: I was 18 at the time. I had just graduated from high school '35. My sister was 16, and my brother was 20 and my father was on the police force. And we had no qualms about living in this old Moore murder house. It was just home to us. 


Tempat Seram
Orang Tua Berdine di bekar ruamh Moore
Berdine:  Aku masih berumur 18 tahun ketika aku menempati rumah itu. Aku baru saja lulus SMA. Adikku berumur 16, dan kakakku berumur 20. Ayahku anggota polisi. Ketika menempati rumah itu, kami tidak merasa cemas sedikit pun walaupun kami tahu bahwa rumah tersebut adalah rumah pembunuhan masal keluarga Moore

Seram atau tidaknya sebuah tempat tergantung dari pribadi masing-masing. Karena Mahluk Halus juga pilih pilih kesiap mereka akan menampakan diri. Mungkin mereka akan menampakan diri ke kamu mala mini. Iya kamu.

Baiklah sampai disini dulu cerita tentang temapt seram di seluruh dunia. Semoga cerita ini dapat menambah khazanah keseraman kita semua. See you all in the next article. goo night, sleep tight, don't let a ghost bites. 

Kisah Seram
Salah Satu Penampakan di Rumah Moore



Kisah Seram
Makam Lena dan Ina

Tempat Seram

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Soal Narrative Text 10 Soal dan Kunci Jawabannya (2)

Selamat hari minggu sahabat Kebun cerita. Di kesempatan berbahagia ini, saya akan memberikan contoh soal narrative text yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Contoh soal narrative text ini dapat sahabat EduofEnglish gunakan untuk melatih kemampuan reading ataupun sebagai bahan test untuk murid. Semoga contoh soal descriptive text ini bermanfaat. Silahkan meng-copy soal ini, tetapi jangan lupa sertakan sumbernya ya atau share blog ini. Terimakasih.

Text 1 Long, long ago, when the gods and goddesses used to mingle in the affairs of mortals, there was a small kingdom on the slope of Mount Wayang in West Java. The King, named Sang Prabu, was a wise man. He had an only daughter, called Princess Teja Nirmala, who was famous for her beauty but she was not married. One day Sang Prabu made up his mind to settle the matter by a show of strength. After that, Prince of Blambangan, named Raden Begawan had won the competition. Unfortunately, the wicked fairy, Princess Segara fell in love wi…

Soal Descriptive Text 10 Soal dan Kunci Jawabannya (4)

Selamat Hari Minggu sahabat Kebun Cerita. Di kesempatan berbahagia ini, saya akan memberikan contoh soal descriptive text yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Contoh soal descriptive text ini dapat sahabat Kebun Cerita gunakan untuk melatih kemampuan reading ataupun sebagai bahan test untuk murid. Semoga contoh soal descriptive text ini bermanfaat.

The Hobbit is a film series consisting of three epic fantasyadventure films directed by Peter Jackson. They are based on the 1937 novel The Hobbit by J. R. R. Tolkien, with large portions of the trilogy inspired by the appendices to The Return of the King, which expand on the story told in The Hobbit, as well as new material and characters written especially for the films. The films are subtitled An Unexpected Journey (2012), The Desolation of Smaug (2013), and The Battle of the Five Armies (2014). The screenplay was written by Fran Walsh, Philippa Boyens, Jackson, and Guillermo del Toro, who was originally chosen to direct before his depar…