Brabo and the Giant || Brabo dan Sang Raksasa (Bahasa Indonesia || Chapter 3)

Daftar Cerita
Tetapi Brabo tahu bagaimana sang Raksasa. Antigonus tidak seberani yang dikira, sang raksasa sesungguhnya tidak lebih dari sesosok pengecut yang tidak perlu ditakuti. Bebrapa rekan Brabo membantunya membuat tangga yang memungkinkan Brabo menggapai jendela di kastil tersebut. Kemudian, ketika para anak-buah sang raksasa disibukan dengan serangan para prajurit di pintu gerbang, Bribo berusaha memanjat dinding kasti tersebut. Bribo pun ahirnya berhasil mencapai jendela dan masuk ke dalam kamar sang raksasa.
Mengetahui ada manusia yang memasuki kamarnya, Sang raksasa pun marah dan menyerang brabo dengan pentungannya. Dengan lincah, Brabo mengelak dari serangan tersebut. Pukulan sang raksasa pun mengenai lantai. Kemudian dengan satu gerkan pedang yang ada di tangannya Brabo berhasil menebas kepala sang Raksasa dan melemparkannya ke luar jendela. Ia pun menebas kedua tangan sang raksas tersebut. Mengetahu pemimpinnya telah berhasil di habisi, sang raksasa lainnya pun lari tunggang-langgang.
Dengan masih memegang kedua tangan raksasa tersebut, Brabo berdiri di puncak tertinggi kastil tersebut dan mengacung kan kedua tangan raksasa tersebut. Ia pun meletakan kedua tangan tersebut dengan posisi tangan tangan kanan berada di atas tangan kiri, mirip posisi tangan para kapten sebelum dipotong oleh raksasa dahulu. Kemudian Bribo, dengan lemparannya yang keras, membuang tangan tersebut ke dalam sungai.
Kabar kemenangan pun cepat berhembus. Semua orang di Antwerp sangat bahagia. Mereka pun menyalakan lilin di rumah masing-masing. Kini kota dipenuhi dengan cahaya lilin yang Indah. Semua penduduk kemudian berpakaian serba putih dan sang raja berpakain dengan warna kuning, itam dan merah layaknya warna bendera meeka. Mereka pun kemudian berpesta dan menyanyikan lagu dan mengelu-elukan brabo sebagai pahlawan mereka.
“Marilah sekarang kita gani nama kota ini dengan nama baru” seru seorang tetua kota Antwerp
“Jangan” kata pemimpin tetua “ Lebih baik kita tetap memakai nama Antwerp, dan marilah kita berusaha agar kapal-kapal mau lagi berlayar di sini an-t-werf (at the wharft/di wherft)
“Setuju” teriak para penduduk kota Antwerp
Sejak saat itu, kapal-kapal mulai berdatangan ke kota Antwerp kembali. Mereka mulai melakukan bisnis seperti biasa, dan para pedangan yang dahulu miskin pun menemukan kemakmuran mereka kembali. Orang-orang Antwerp pun makin mencintai negara kelahirannya tersebut
Dan kini, di tengah lapangan kota, dibangunlan monument perunggu Brabo sang pemberani. Di monument itu terdapat patung Antigonus yang digambarkan tanpa kepala dan terbaring di tanah. Sedang Brabo digambarkan sedang memegang kedua tangan Antigonus yang telah ia potong. 

Cerita Rakyat
Brabo





Cerita ini disadur dari tempat ini!
 

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Soal Narrative Text 10 Soal dan Kunci Jawabannya (2)

Contoh Soal Narrative Text 10 Soal dan Kunci Jawabannya (1)

Contoh soal descriptive text 5 soal dan kunci jawabannya