Skip to main content

Pasta Gigi, Awal Mula dan Kisahnya

“Make someone smile whenever you can, you never know how much of a difference you could be making in their life at that moment”

Asal Usul

         Kalimat di atas menunjukan betapa pentingnya senyum di kehidupan kita. Kalimat tersebut mengatakan bahwa senyum bisa membawa perubahan yang bisa jadi kita tidak menyadarinya. Banyak orang juga mengatakan jika senyum yang adalah ibadah. Jadi tersenyumlah setiap hari dan pastikan senyumanmu itu tulus dan indah.

         Senyum tulus mungkin hanya bisa ditentukan oleh pribadi masing-masing. Tetapi senyum indah dapat ditentukan bagaimana kita merawat bagian mulut kita termasuk gigi. Untuk merawat gigi kita menggunakan berbagai macam alat seperti sikat, benang pembersih, ataupun pasta gigi. Berbicara tentang pasta gigi, pernakah kalian membayangkan kapan pertama kali pasta gigi di gunakan dan siapakah penemu bahan pembersih gigi ini? 

Baiklah untuk kalian yang pernah membayang pertanyaan tersebut dan untuk kalian tidak pernah, di artikeli “Asal-Usul” ini saya akan membahas tentang asal-usul Pasta Gigi

      A.  SEJARAH AWAL PASTA GIGI

Di sadur dari website Newyork University, dikatakan bahwa konsep penggunaan pasta gigi telah ditemukan ribuan tahun yang lalu. Negara yang diketahu memakai konsep pasta gigi untuk membersihkan gigi mereka adalah Cina, Mesir, dan India. Negara tersebut telah menggunakan pasta gigi sekitar 6000 tahun yang lalu.

Di Cina, 6000 tahun yang lalu, orang-oarang akan menumbuk tulang, ranting yang kemudian dicampurkan dengan air , garam dan kelopak bunga sampai mengental untuk membuat pasta gigi. Bahan yang telah mengental tersebut lalu diletakan pada daun bambu yang kemudian digosokan di gigi mereka. Cara ini terbukti sangat efektif untuk perawatan gigi dan juga penyembuhan luka atau trauma pada gusi.

Sebuah manuskrip yang berasal dari Mesir menuliskan bahan-banhan terbaik untuk membuat pasta gigi. Manuscript itu menyebutkan bahwa bahan terbaik itu adalah campuran garam, lada, daun mint basah, dan bunga yang dikeringkan.

Asal usulSedangkan di India, penggunaan pasta gigi berasal dari pengobatan Ayurvedic dimana pengobatan ini mengharuskan pasiennya untuk menggosok giginya dengan ranting khusus dan lalu sebagian ranting tersebut dikunyah setelah sebelumnya di campur dengan  nectar. Dengan melakukan ritual menggosok dan mengunyah kayu, maka dapat di pastikan gigi orang tersebut akan putih, nafas mereka akan segar, dan mulut mereka akan bersih.

Selain ketiga negara yang disebutkan di atas, sumber lain menambakan setidaknya tiga negara lain yang telah menggunakan pasta gigi sejak berabad-abad tahun yang lalu. Ketiga negara itu adalah Yunani, Roma, dan Persia. 

Dikatakan jika Yunani dan Roma menggunakan bahan yang hamper sama untuk membuat pasta gigi. Bahan tersebut adalah kayu dan cangkang tiram yang telah ditumbuk halus.Bahan tersebut kemudian mereka campur dengan air hingga menggumpal dan kental yang kemudian akan mereka gunakan untuk menggosok gigi.

Sedangkan di Persia, Pada abad ke-9, seorang musisi bernama Abu I-Hasan Ali Ibn Nafi atau juga dikenal dengan panggilan Ziryab menemukan pasta gigi. Penemuan pasta gigi itu kemudian ia populerkan di kalangan muslim spanyol.

Bahan yang Ziryab gunakan dalam pasta giginya tidak diketahu dengan pasti. Tetpai dokumen mengungkapkan bahwa rasa dari pasta gigi tersebut sangat enak dan segar di mulut. Tidak diketahui, apakah pasta gigi buatan Ziryab ini digunakan dengan menggosokannya langsung ke gigi atau dengan menggunkan kayu yang terkenal di kalangan muslim spanyol saat itu yaitu kayu miswak atau di Indonesia dikenal dengan siwak.

     B.  Produksi dan Penjualan Massal Pasta Gigi

Adalah Colgate-Palmolive Company sebagi salah satu perusahan yang menjual pasta gigi secara masal untuk pertama kalinya. Pada tahun 1873, perusahaan yang bergerak pada bidang bahan bahan kesehatan ini memproduksi pasta gigi pertama merka yang memiliki aroma yang ia jual dalam kemasan toples.  
 Kemudian pada tahun 1896 untuk pertamakalinya Colgate menjual  produk pasta gigi yang mereka namai “Colgate Ribbon Dental Cream” dalam kemasan tube. Baru pada tahun 1908 mereka secara besar-besar memproduksi dan menjual pasta gigi dalam kemasan tube.

Selain Colgate, terdapat juga perusahaan pemproduksi pasta gigi yang telah beropersi sejak lama yaitu Sozodont. Perusahaan ini memproduksi pasta gigi untuk pertama kalinya pada pertenghan abad ke 19. Produk ini diciptakan oleh ahili obat-obatan bernama Roswell van Buskrik di New JJersey, Nama produk ini diambil dari bahasa Yunani yaitu Sozo yang berarti melindungi dan Dontia yang berarti gigi. Jadi secara harfiah Sozodont berate melindungi gigi. Sozodont kemudian dipabriki oleg Perusahaan Hall&Rucket di NewYork.
   
      C. Sejarah Pasta Gigi di Indonesia

Bagaimana dengan di Inodenisa? Bagaimanakah masyrakat kita membersihkan gigi sebelum mengenal pasta gigi? Walaupun tidak terdokumentasikan secara tulisan ataupun gambar, dipercaya bahwa masyrakat Indonesia jaman dahulu membersihkan gigi dengan menggunakan serbuk hasil tumpukan batu bata atau juga dengan menggunakan bubuk buah pinang. Khusus untuk buah pinag, ada yang menggunakannya dalam bentuk bubuk dan ada juga yang menggunkannya dengan cara dikunyah buahnya. 

Lantas kapankah odol masuk ke Indonesia? Odol? Ya benar masyarakat kita sangat jarang sekali mengucapkan pasta gigi. Mereka selalu mengucapkan odol saat mengacu ke pasta gigi. Apakah penggunaan kata odol benar? Jawabnya adalah tidak benar. 

Karena sesungguhnya Odol alah nama sebuh merk pasta gigi produksi negara Jerman yang masuk ke Indonesia pada saat penjajahan Belanda. Produk ini dibawa oleh Belanda masuk ke Indonesia. Pada saat itu, penjajah Belanda tidak menyebut pasta gigi dengan “Toothpaste” atau “Pasta gigi” tetapi mereka menyebut produk ini dengan nama “Tandpasta”. Karena kesusahan menyebutkan ‘TandPasta” dengan benar dan baik, maka rakyat Indonesia lebih memeilih menyebutkan merek produk tersebut yang terdengar simple dan sangat mudah diucapkan yaitu “Odol.” Jadi sejak saat itu, untuk mengacu ke pasta gigi maka Rakyat Indonesia akan menyebut Odol. HIngga berpulih-puluh tahun kemudian ketika merk pasta gigilain telah masuk ke Indonesia, masyrakat kita pun tetap setia dengan penggunaan nama “Odol.’

            Baiklah sekian asal usul mengenai pasta gigi yang dapat saya sampaikan. Semoga asal usul kali ini dapat menambah khazanah asal usul pembaca sekalian. Sampai jumpa di artikel asal usul selanjutnya.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Contoh Soal Narrative Text 10 Soal dan Kunci Jawabannya (2)

Selamat hari minggu sahabat Kebun cerita. Di kesempatan berbahagia ini, saya akan memberikan contoh soal narrative text yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Contoh soal narrative text ini dapat sahabat EduofEnglish gunakan untuk melatih kemampuan reading ataupun sebagai bahan test untuk murid. Semoga contoh soal descriptive text ini bermanfaat. Silahkan meng-copy soal ini, tetapi jangan lupa sertakan sumbernya ya atau share blog ini. Terimakasih.

Text 1 Long, long ago, when the gods and goddesses used to mingle in the affairs of mortals, there was a small kingdom on the slope of Mount Wayang in West Java. The King, named Sang Prabu, was a wise man. He had an only daughter, called Princess Teja Nirmala, who was famous for her beauty but she was not married. One day Sang Prabu made up his mind to settle the matter by a show of strength. After that, Prince of Blambangan, named Raden Begawan had won the competition. Unfortunately, the wicked fairy, Princess Segara fell in love wi…

Soal Descriptive Text 10 Soal dan Kunci Jawabannya (4)

Selamat Hari Minggu sahabat Kebun Cerita. Di kesempatan berbahagia ini, saya akan memberikan contoh soal descriptive text yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Contoh soal descriptive text ini dapat sahabat Kebun Cerita gunakan untuk melatih kemampuan reading ataupun sebagai bahan test untuk murid. Semoga contoh soal descriptive text ini bermanfaat.

The Hobbit is a film series consisting of three epic fantasyadventure films directed by Peter Jackson. They are based on the 1937 novel The Hobbit by J. R. R. Tolkien, with large portions of the trilogy inspired by the appendices to The Return of the King, which expand on the story told in The Hobbit, as well as new material and characters written especially for the films. The films are subtitled An Unexpected Journey (2012), The Desolation of Smaug (2013), and The Battle of the Five Armies (2014). The screenplay was written by Fran Walsh, Philippa Boyens, Jackson, and Guillermo del Toro, who was originally chosen to direct before his depar…